Mengetahui Ciri-ciri Terkena Penyakit DBD: Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari

Arie Sutanto

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga, penting untuk mengetahui ciri-ciri terkena penyakit DBD. Dalam artikel ini, kami akan membahas secara rinci mengenai ciri-ciri, pengobatan, dan pencegahan penyakit DBD yang perlu Anda ketahui.

Ciri-ciri Terkena Penyakit DBD

Demam Tinggi dan Suhu Tubuh yang Tidak Menentu

Demam merupakan salah satu gejala utama penyakit DBD. Biasanya, suhu tubuh penderita akan meningkat secara tiba-tiba dan mencapai angka 38 derajat Celsius atau lebih. Demam ini dapat berlangsung selama 2-7 hari dan seringkali disertai dengan keringat yang berlebihan. Suhu tubuh penderita juga dapat berubah-ubah secara drastis, dari yang sangat panas hingga turun kembali ke suhu normal dalam waktu singkat.

Nyeri pada Sendi dan Otot

Salah satu gejala yang sering dirasakan oleh penderita DBD adalah nyeri pada sendi dan otot. Nyeri ini dapat dirasakan di beberapa bagian tubuh seperti lutut, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Rasa nyeri ini terkadang sangat intens dan membuat penderita sulit untuk bergerak atau melakukan aktivitas sehari-hari. Nyeri pada sendi dan otot ini biasanya akan semakin terasa saat pagi hari atau setelah istirahat yang lama.

READ :  Ciri Ciri Ragam Ilmiah: Mengenal Karakteristik dan Manfaatnya

Ruam pada Kulit

Salah satu ciri khas penyakit DBD adalah munculnya ruam pada kulit. Ruam ini umumnya terlihat seperti titik-titik merah yang menyebar di seluruh tubuh, terutama pada bagian lengan, kaki, dan dada. Ruam ini tidak gatal dan biasanya akan memudar setelah beberapa hari. Namun, pada beberapa kasus, ruam ini dapat berubah menjadi bintik-bintik kecil berwarna merah keunguan atau ungu yang disebut dengan petekie.

Sakit Kepala Berat dan Mual

Sakit kepala yang berat dan berkepanjangan juga merupakan salah satu gejala yang seringkali dirasakan oleh penderita DBD. Penderita biasanya merasakan nyeri di bagian belakang mata atau di sekitar kepala. Selain itu, rasa mual dan muntah juga seringkali dirasakan. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita kehilangan nafsu makan dan dehidrasi. Mual dan muntah ini biasanya terjadi setelah penderita mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Perdarahan Ringan

Pada tahap lanjut penyakit DBD, penderita dapat mengalami perdarahan ringan seperti mimisan atau gusi yang berdarah. Perdarahan ini disebabkan oleh penurunan jumlah trombosit dalam tubuh penderita. Trombosit adalah jenis sel darah yang berperan dalam proses pembekuan darah. Jika jumlah trombosit dalam tubuh menurun, maka kemampuan tubuh untuk menghentikan perdarahan akan berkurang.

Pembengkakan pada Kelenjar Getah Bening

Pada beberapa kasus, penderita DBD juga dapat mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan pangkal paha. Pembengkakan ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus dengue yang menyerang tubuh. Pembengkakan kelenjar getah bening ini dapat terasa nyeri atau tidak nyeri, tergantung pada tingkat keparahan penyakit.

Kelelahan yang Berlebihan

Penderita penyakit DBD seringkali merasa sangat lelah dan lemas. Kelelahan ini dapat dirasakan secara berlebihan, bahkan setelah melakukan aktivitas yang ringan sekalipun. Kelelahan yang berlebihan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mempengaruhi kualitas hidup penderita. Selain itu, penderita juga cenderung mengalami kehilangan nafsu makan dan menjadi lebih mudah marah atau mudah tersinggung.

Gangguan Pada Organ Tubuh

Jika tidak segera ditangani, penyakit DBD dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti hati, jantung, dan ginjal. Kerusakan pada organ tubuh ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius dan berpotensi mengancam nyawa penderita. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan pengobatan jika mengalami gejala-gejala penyakit DBD. Pengobatan yang tepat dan komprehensif akan membantu mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah.

READ :  Ciri Ciri Pergerakan Nasional: Mengenal Gerakan Nasional Indonesia

Gangguan pada Sistem Pencernaan

Penderita penyakit DBD sering mengalami gangguan pada sistem pencernaan, seperti diare dan mual-muntah. Diare ini biasanya disertai dengan tinja yang cair dan seringkali berwarna hitam atau berdarah. Gangguan pada sistem pencernaan ini dapat memperburuk keadaan penderita dan membuatnya semakin lemah. Selain itu, penderita juga cenderung mengalami penurunan nafsu makan dan dehidrasi akibat muntah yang berkepanjangan.

Setelah mengetahui ciri-ciri terkena penyakit DBD, penting untuk segera mencari bantuan medis jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala tersebut. Pemeriksaan medis yang tepat akan membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit DBD dengan lebih akurat. Selain itu, dokter juga akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Jika Anda terdiagnosis dengan penyakit DBD, berikut adalah beberapa langkah pengobatan yang umum dilakukan:

Pengobatan Penyakit DBD

1. Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup sangat penting untuk membantu tubuh dalam melawan infeksi virus dengue. Dengan istirahat yang cukup, tubuh memiliki waktu yang lebih baik untuk memulihkan diri dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

2. Konsumsi Cairan yang Cukup

Penderita DBD cenderung mengalami dehidrasi akibat muntah dan diare yang berkepanjangan. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi cairan yang cukup, seperti air putih, jus buah, dan minuman elektrolit, guna menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

3. Obat Penurun Demam

Obat penurun demam seperti paracetamol dapat digunakan untuk mengurangi demam dan membantu mengurangi rasa nyeri pada penderita DBD. Namun, penting untuk mengikuti dosis yang dianjurkan oleh dokter dan tidak mengonsumsi obat ini secara berlebihan.

4. Pemantauan Kondisi Kesehatan

Dokter akan melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan Anda, termasuk memeriksa suhu tubuh, tekanan darah, dan jumlah trombosit dalam darah. Pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penyakit dan mengambil tindakan yang diperlukan jika terjadi perburukan kondisi.

READ :  Sebutkan Ciri-ciri Surat Resmi yang Harus Anda Ketahui!

5. Perawatan di Rumah Sakit (Jika Diperlukan)

Pada kasus yang lebih par

Pada kasus yang lebih parah, penderita DBD mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. Hal ini terutama berlaku jika terjadi komplikasi atau jika kondisi penderita memburuk. Di rumah sakit, penderita akan mendapatkan perawatan intensif, termasuk pemberian cairan intravena untuk mengatasi dehidrasi dan pemantauan yang lebih ketat terhadap kondisi kesehatannya.

Pencegahan Penyakit DBD

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah-langkah pencegahan guna menghindari penularan penyakit DBD. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

Pengendalian Populasi Nyamuk

Langkah pertama dalam pencegahan DBD adalah mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti yang merupakan penular utama penyakit ini. Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Menghilangkan tempat perindukan nyamuk, seperti genangan air di dalam dan sekitar rumah.
  • Menggunakan kelambu pada tempat tidur dan jendela untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
  • Menggunakan lotion atau krim anti-nyamuk pada tubuh.
  • Menggunakan kelambu berinsektisida saat berada di luar ruangan.

Menggunakan Baju yang Tepat

Untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, gunakanlah baju yang panjang dan longgar. Hindari penggunaan baju berwarna terang karena nyamuk cenderung tertarik pada warna-warna cerah. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan pakaian yang telah diperlakukan dengan insektisida untuk memberikan perlindungan tambahan.

Menggunakan Repelan Nyamuk

Gunakan repelan nyamuk yang mengandung DEET, picaridin, atau IR 3535. Oleskan repelan tersebut pada kulit yang terbuka, seperti tangan dan kaki. Selalu ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan dan hindari mengoleskan repelan pada kulit yang terluka.

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Perhatikan kebersihan lingkungan sekitar Anda. Buang sampah pada tempatnya dan pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah. Pastikan juga saluran air bersih agar tidak tersumbat, sehingga nyamuk tidak dapat berkembang biak.

Menghindari Perjalanan ke Daerah Endemis DBD

Jika memungkinkan, hindarilah perjalanan ke daerah-daerah yang diketahui sebagai daerah endemis DBD. Jika Anda harus pergi ke daerah tersebut, pastikan untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan yang telah disebutkan sebelumnya.

Menjaga Kekebalan Tubuh

Menjaga kekebalan tubuh yang baik dapat membantu melawan infeksi virus DBD. Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan menjaga pola hidup sehat secara umum.

Dengan mengetahui ciri-ciri terkena penyakit DBD, mengikuti langkah-langkah pengobatan yang tepat, dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang disarankan, Anda dapat melindungi diri dan keluarga dari penyakit yang berbahaya ini. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala penyakit DBD, segeralah mencari bantuan medis untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan meminimalisir risiko komplikasi yang lebih serius.

Video Seputar ciri ciri terkena penyakit dbd

Arie Sutanto

Melihat Dunia Melalui Ciri.or.id: Menelusuri Keindahan yang Tersembunyi!

Related Post

Leave a Comment